Logo Kejaksaan Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan

Sidang Lanjutan Ke-4 (empat) perkara penyebaran berita bohong alias Hoax untuk membuat Keonaran dengan terdakwa RATNA SARUMPAET di PN. Jaksel

Selasa, 19 Maret 2019 10:00:00 | Umum

Bahwa pada hari Selasa tanggal 19 Maret 2019 Sekira  pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Sidang Utama Prof.H.Oemar Seno Adji, SH, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl. Ampera Raya No.133 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan, telah berlangsung sidang ke-4 (empat) perkara penyebaran berita bohong alias Hoax untuk membuat Keonaran dengan terdakwa atas nama RATNA SARUMPAET (No.Perkara 203/Pid.sus/2019/PN.JKT.SEL) dengan agenda sidang Pembacaan Putusan Sela oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Bahwa Sidang Keempat tersebut dipimpin oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan susunan perangkat sidang sebagai berikut :

                HAKIM KETUA :

                Dr. JONI, SH.,MH

                HAKIM ANGGOTA :

                KRISNUGROHO, SH.,MH

                HAKIM ANGGOTA :

                MERY TAAT ANGGARASIH, SH.,MH

 

                PANITERA:

                1. MURATNO, SH.,MH

                2. EDY SUWITNO, SH

 

               JAKSA PENUNTUT UMUM:

                1. DAROE, SH

                2. PAYAMAN, SH

                3. RAHIMAH, SH

                4. AGUS BACTIAR, SH

                5. REZA MURDANI, SH

                6. SARWOTO, SH

                7. LASMARIA, SH

 

                PENASEHAT HUKUM:

                1. INSANK NASRUDIN, SH

                2. DESMIHARDI, SH

Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah mendengarkan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Eksepsi terdakwa dan Penasehat Hukum, Tanggapan Jaksa Penuntut Umum terhadap Eksepsi terdakwa dan penasehat Hukum di Persidangan, Maka Majelis Hakim menimbang atas hal-hal tersebut, kemudian Majelis Hakim dalam pembacaan Putusan selanya menyatakan menolak dan tidak dapat diterima eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan oleh terdakwa atas nama RATNA SARUMPAET dan Penasehat Hukumnya.

Bahwa Majelis Hakim memerintahkan Kepada Jaksa Penuntut Umum untuk melanjutkan perkara No. 203/Pid.sus/2019/PN.JKT.SEL tentang penyebaran berita bohong alias Hoax untuk membuat keonaran dengan terdakwa atas nama RATNA SARUMPAET, maka sidang akan dilanjutkan pada hari Selasa tanggal 26 Maret 2019 dengan agenda sidang Pemeriksaan Saksi dan sidang ditutup oleh Majelis Hakim.

Bahwa jalannya sidang keempat diwarnai dengan aksi unjuk rasa dari Aliansi GMPP (Gerakan Masyarakat Peduli Pengadilan) dengan peserta aksi berjumlah ±80 (delapan Puluh) peserta aksi unjuk rasa, dimana aksi unjuk rasa tersebut menuntut agar Majelis hakim tetap melanjutkan persidangan dan membuktikan siapa aktor intelektual dibalik penyebaran Berita Hoax Terdakwa.

Bahwa jalannya sidang ke-empat tersebut dilakukan pengamanan dari pihak Kepolisian Polres Metro Jaksel dari berbagai kesatuan, sidang terbuka untuk umum dan dihadiri oleh keluarga terdakwa, elemen masyarakat dan diliput oleh media cetak maupun elektronik dan persidangan berlangsung dengan aman, lancar, dan terkendali.

Berita Terkait

News Ticker

  • Kejari Jaksel melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jaksel dan dapat diambil pada hari Senin s/d Kamis jam (08.00 - 15.00 Wib)
  • Loket Pendaftaran Pelayanan Tilang dibuka mulai pukul 08.00 s.d 11.30 WIB. Pukul 11.30 - 15.00 WIB, hanya melayani yang sudah terdaftar.
  • Untuk Hari Jum'at, jam (08.00 - 15.00 Wib) Kejari Jaksel hanya melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor sesuai tanggal pada hari sidang yang ditentukan dalam surat bukti tilang
  • Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang
  • Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui web site Kejari Jaksel pada ruang Konsultasi
  • ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.